Sistem Tanpa Sistem yang (mungkin) Bisa Membuatmu Bahagia

February 15, 2015


 (Klik play, lalu baru boleh baca tulisan...  biar makin syahdu bacanya...)

Coba kalau saja di dunia ini tidak ada sistem baku apapun yang harus aku patuhi. Maksudnya, andaikan sejak aku lahir tidak pernah ter-cap sebagai seorang anak dari keturunan beda suku, beda budaya, beda bahasa, beda kepercayaan, berbeda semuanya dan tidak pernah ter-cap sebagai pengikut aliran dan paham apapun.

Aku mungkin bisa memilih menjadi seseorang yang hidup sembarangan. Tidak perlu dicap jelek atau baik, karena aku dan masyarakat lainnya membangun sistem hidup secara individualitas. 

"Nilaimu tidak bisa dijadikan patokan menghakimi nilaiku kan?"
"Memangnya seorang pembunuh di Afrika bisa dihukum dengan undang-undang di Indonesia?"

Aku tidak pernah memutuskan untuk terlahir dan diajari bahasa apapun. Aku tidak pernah menyetujui jadi bagian masyarakat manapun dan mengikuti sistem apapun. Anda yang bersikap sebagai waliku, membuat keputusan demi kebaikanku. Apakah para wali sebelumnya pernah belajar untuk membuat keputusan yang baik untuk seseorang manusia baru? Apakah keputusan-keputusan itu hanya bagian dari pelajaran selama hidup manusia lama dengan pengalaman-pengalamannya. Apapun yang telah Anda perbuat kepadaku, terasa seperti hegemoni... Lalu aku pun bersyukur.

Kenapa kita merasa bahwa kita adalah manusia yang sama? Manusia yang tertawa jika bahagia ataupun dapat menangis jika bersedih. Kenapa kita merasa sama? Sebenarnya setelah hidup dan belajar, apa yang ingin kita kejar? Mimpi kita semua berbedakan? Kau mungkin ingin menjadi perawat sedangkan aku hanya ingin hidup tenang saja dengan berkebun. Tapi mengapa kita tetap merasa setiap anak manusia baru dari kaum kita otomatis harus menganut segala macam sistem yang kita percaya?

Aku tidak memandang sistem siapapun buruk atau baik. Pertanyaanku adalah jika Anda secara otomatis menganggap siapapun manusia baru SAMA denganmu, mengapa lalu terlalu banyak sistem yang dibangun. Apakah untuk membuat perbedaan? Agar terlihat unik? Lalu setelah unik dan dapat dibedakan, langkah selanjutnya? Apakah ingin sistem Anda menjadi penguasa? Anda ingin kita berperang dengan sistem yang tidak populer? Apakah menjadi penguasa adalah hal yang sangat penting seperti itu? Sebegitu egoiskah kita? Apakah Anda lupa kita sama? Kita manusia yang tertawa jika bahagia dan menangis jika bersedih.

Lalu karena semua konspirasi sistem di dunia ini. Baik yang dibuat oleh keluarga Rothschild atau pihak-pihak legendaris manapun, aku pun masuk ke dalamnya. Aku tidak mengartikannya sebagai manipulasi, lebih terasa seperti hegemoni. Menganut beberapa sistem dan berharap tidak mengingkarinya. Berharap tidak menyakiti siapapun. Sambil diam-diam berharap ada seseorang di antara kerumunan lalu menjadi yang diutus untuk memunculkan sistem baru. Sistem tanpa sistem. Tapi bukankah paham seperti itu sudah jadi wacana sejak seorang filsuf Jerman pada 1917. Postmodernisme sudah diwacanakan dan dicoba untuk didefinisikan. 

Atau mungkin aku salah? Aku tahu keterbatasanku berpikir, aku tidak berusaha mejejalkan ideku tentang ini semua. Yang jelas aku menolak arogansi dari tiap sistem dan arogansi dari sistem tanpa sistem yang aku pikirkan. Semuanya bebas... Akankah mimpi kita sama? Kebebasan? Apakah itu mimpi kita yang sesungguhnya? Ataukah itu juga konstruksi dari lingkungan  yang menanamkan kita mimpi akan kebebasan? Ataukah lingkungan kita sudah terkena hagemoni juga? Entahlah...

Jawablah pertanyaan-pertanyaanku jika sampai sekiranya nanti Anda menemukan jawaban. Temuilah aku disaat aku menghabiskan waktu soreku dengan berkebun. Mungkin disaat jawabanmu sudah memuaskan dahagaku, aku akan menghadiahimu dengan Tulip kesayanganku.

Yoan Letsoin

Ps. 
Hanya mencoba berpikir. Setidaknya otakku harus memikirkan sesuatu selain betapa berubahnya garis hidup kita semua di awal umur 20 tahun ini. Aku melihat semuanya memiliki jalan mereka masing-masing. Banyaknya pilihan sempat membuat aku takut melangkah. Pilihan terlalu banyak dengan risiko yang berbeda-beda. Padahal kan kalau mau melangkah, melangkah saja kan? Sedikit susah jika Anda sadar  Anda hidup berkelompok. Anda berpikiran bahwa apa yang Anda lakukan berdampak pada orang lain dalam kelompok Anda. Tapi ini hidup kita kan? Pilih jalan yang membuatmu bersenandung saja. Pada akhirnya kita tidak ingin sesuatu yang fana seperti harta, tahta dan pria. Kita hanya ingin bahagia.

You Might Also Like

0 comments