3 Orang Cerdas, Impian Absurd, dan Rasa Kangen Akan Keriweuhan.

October 17, 2015

Egi
Hari ini ulang tahunnya Egi dan gue kemudian sadar betapa ini anak super banget cerdas. Cerdas dalam kamus gue adalah orang yang pertanyaannya dan logikanya jalan. Maybe karena didikan serikat Yesuit pada dasarnya seperti 'pemberontak' atas ketidakadilan dan super jago berfilsafat, sistem pengambilan kesimpulan berdasarkan silogisme sederhana pasti jalan bgt dengan semua premis-premisnya.

Ngomongin Egi, gue inget banget partner ngobrol yang asik kayak Matthew dan X.
Pernah banget seharian dari Tangerang-Jakarta-Bandung-Jakarta-Tangerang keperluan studi banding KBM UMN dan Universitas Parahyangan, gue ngomong sama Egi tentang semua teori di otak kita, dan sangking seriusnya kita bahkan ditinggal foto grup KBM pas dinner di Mayasari.

Adanya foto gue dan Egi lagi bersitegang ngomongin masalah organisasi. Kaca mata kita pun beradu sengit. Pas liat fotonya waktu dishare di grup line, gue ilfeel sendiri, soalnya muka serius gue itu... enggak nyantai aja. hahahaha...

Bawaan lo kalo ngomong sama Egi pasti bermanfaat. Bermanfaat buat dianalogikan di kehidupan sehari-hari. Betapa manusiawi banget kita. Betapa rapuh dan betapa pikiran kita sebenarnya terbatas. Dan kita harus bersyukur kita tidak tahu semuanya.

Matt
Sama dengan Matthew. Sumpah ini orang tiba-tiba menghilang setelah semalam suntuk nemenin gue jalan kaki napak tilas dari Ukrida, muter Sudirman, muter Gambir, muter Monas, sampai menuju Katedral Jakarta. Itu kaki rasanya mau lepas aja. Pegel banget.

Matthew yang gue baru kenal saat itu juga tiba-tiba ceritanya langsung ke hal-hal personal, arti kehidupan dan beberapa rencana masa depan gue. Di napak tilas itu kita berbicara mengenai sistem kapitalis dan peluang untuk bermain di sana. Dia juga bercerita tentang tujuannya ber-napak tilas ria saat itu.

Sebenarnya dia bukan lagi mahasiswa, dia sudah lulus S2 Management di  Binus bahkan, S1 nya IT. Di umur yang masih muda, sekitar 26 mungkin. Dia dan gue bertugas untuk menjadi counter, jadi kita harus berada di baris belakang rombongan dan selalu menghitung ulang jumlah orang-orang di kelompok di setiap check point.

Dan percakapan gue bersama Matt berlangsung 12 jam berjalan kaki (dari 6 jam sore, hingga 6 pagi), di tutup dengan misa Paskah dan Mars MaKaJa (Mahasiswa Katolik Jakarta). Ahh.... gue kangen semua anak Makaja ngumpul bareng di katedral dan misa, dari PMKAJ Unit Barat, Timur, Selatan, Utara. Ohiyaaa... besok mesti gereja pagi.



Dan hanya itu. Gue enggak pernah lagi ketemu Matthew setelah misa.
Dan gue enggak sekepo itu buat stalking tentang Matthew. Gue cuma tau, Matt akan berhasil, karena semua pemikirannya. Anaknya humble.

Kalo diinget-inget Matt ganteng banget sih, tapi gue cuma terpesona sama otaknya. You know lah brainy is the new sexy. Confident is sexy.

Tapi gue enggak sekepo itu emang. Hahaha..


The Mr. X
Pernah lagi tuh ada kabar duka, salah satu kerabat jauh keluarga meninggal dan gue kebetulan ikutan ke RS dan bertemu satu cowok ini. Setelah berdoa, para anak muda ngumpul, tapi entahlah pas kita berdua ngobrol, asik bgt... sampe gue lupa waktu ngobrol dari jam 7 malem sampe 3 subuh. Hampir sama topik yang gue bahas sama Egi dan Matt, tapi kalau sama orang ini, kita ngomongin tentang politik, bukan hanya politik tentang bagaimana menjadi negarawan, tapi mengenai isu pembuatan kebijakan daerah, dalam negri, luar negri dan bahkan tentang perang dunia.

Gue paling suka ngebahas sejarah dunia. Well, politik kan enggak hanya tentang presiden dan DPR Indonesia aja. Politik adalah tentang proses pembuatan kebijakan. Kebijakan tentang besok gue mau gereja pagi atau siang jika mempengaruhi beberapa pihak, misalnya kebebasan adik gue... itu juga politik.

Dan yang bodohnya adalah gue bahkan ga pernah tau namanya siapa... Kan #nyesek.

Dan gue juga enggak sekepo itu untuk nanya namanya.

Karena kata Afgan "Jodoh pasti bertemu!"

(IYA GUE SUKA SAMA AFGAN, BODO AMET KALO AFGAN GAY, POKOKNYA GUE SUKA AFGAN!!! #FANGIRLMODE:ON)



Meskipun gue lagi deket sama, sebut saya si I dan C, gue berharap ketemu jodohnya kayak si Jesse dan Celine di Before Trilogy.

P:  "Romantis di film aja keleus, kalo aslinya lo mau jalan sama stranger di kota antah berantah, bahasanya lo ga tau dan ada resiko dia pembunuh berantai?

Gue: "Pertama, kalo cowoknya charming kayak Jesse, atau Hugh Dancy, atau Noah di The notebook, gue jabanin dah... Dan jalannya ke public area lah yang banyak orangnya jeng, dan terakhir, dan berapa peluangnya gue juga bukan pembunuh berantai?"

P: "Pembenaran diri banget ya yo."

Gue: " Namanya juga manusia ye... ada aja alasannya."

P: "Intinya yang penting ganteng kan?"

Gue: "Yang penting Charming otaknya... Ganteng-ganteng kalo mikir lemot, capek kan?"

P: "Kayak si ********"

Gue: "Nah lo.... hahahaha... Putus kan lo berdua. Yang lemot lo apa doi?"

P: "Brengsek lo Yo...!"

See you in November ya Galss... Miss you so much :D

Kok enggak ada partner ngobrol cewek ya?
Because biasanya gue kena yang namanya #BrengsekMoment  kayak gini...

"Yo, lo bacain deh ini, ntar gue nanyanya ke lo aja."

_

"Yo, cara bikin ini gimana?"
"Baca dulu dong."
"Gue males."
"Okay, lo males aja. Gue juga bodo amet."

_


"Yo, translatein paragraf ini dong."
"Lah, sejak kapan lo enggak bisa bahasa inggris?"
"Gue muak baca buku ini dari tadi pagi!"
"Oh, okay."

_

Pokoknya gue juga heran entah kenapa bisa nyambung sama manusia-manusia bertujuh ini. Dari selera fashion, musik dan obrolan bisa dibilang 180 derajat enggak nyambung, tapi itulah namanya #KuasaTuhan dan #Sahabatan.

Oh ada sih nyambungnya kita... saat melakukan hal-hal tolol bersama. Ngagetin orang, ngerjain orang, drama-drama nggak mutu, ngerencanain kehidupan serba hedon di masa depan dan beberapa kelakuan anak-anak riweuh lainnya. Makanya grup chat di line namanya THE RIWEUH.

Tagline kita itu : KARENA SESUATU YG ENGGAK RIWEUH ITU ENGGAK ASYIK!

Okay, selamat malam minggu guys!^^
See. betapa riweuhnya kan judul postingan ini?


You Might Also Like

0 comments