Waiting

December 14, 2015

Dear Matt and Emma,

Tidak terasa setahun sudah berlalu lagi. Padahal tahun kemarin gue masih sibuk mondar-mandir ke UI ngurus perizinan untuk nyebar kuesioner sama pak Harry, Humas Fasilkom.

Tahun ini sudah kerja, tapi ada rasanya yang hilang.Rasanya kehilangan banyak hal, banyak banget. Khususnya waktu.

Sebelum sampai ke kalian suatu saat nanti, gue cuma mau bilang bahwa semua hal beneran berlalu.
Kepergian beberapa orang terdekat, baik sementara atau selamanya juga tidak terelakkan. 

Beberapa hal yang mesti gue sadari tiap waktunya adalah :

1. Kita akan menua.
2. Kita akan sakit.
3. Kita akan mati.
4. Setiap orang akan pergi dari hidup kita.
5. Hanya perbuatan kita saja yang bertahan bagai cap tato dan tanda tangan.

Gue bahkan berpikir kalo gue akan meninggalkan dunia ini beberapa waktu lagi. Mati muda cuy!

Gue bahkan bilang sama tante gini :

"Tan, pengen deh mati muda."
"Entar nyesel loh, kan belom ngapain-ngapain."
"Emang mesti ngapain?"
"Berkeluarga dulu, menikah dulu."
"Kayaknya enak aja mati muda. Yoan malah agak kecewa waktu jatuh dari motor itu enggak langsung mati."

(Apaan banget kan percapakannya? Tapi Eitss.. itu bukan berarti gue enggak bersyukur masih hidup loh..)

Well, gue enggak lose hope sampe kebelet pengen mati sih, cuma rasanya gue apa ya? semacam jatuh cinta dengan kematian. Kayaknya damai aja gitu. Kalau banyak orang takut akan kematian, gue rasanya siap kalo akan mati kapan aja. 

Tapi gue berdoa itu semua bisa ditunda sampai gue bisa bertemu kalian sebentar. Yah, lebih baik pernah kan? Daripada tidak sama sekali?

Ah, iya gue lagi bahagia sebenarnya. Hal kecil sih, tapi lumayan bahagia.

Jadi gini,...
Tapi jangan ketawa ya. JANJI!
Jadi, gue punya simian line, gue baru tahu simian line bagus ke gue.

Soalnya, cuma ada dua saja. Either gue bisa jadi manusia super idiot, atau gue jadi orang yang oke-nya. Well, gue kan enggak idiot kan? Meski kadang-kadang masih terlalu naif dan rada innocent menjijikan.

Dan simian line ini hanya ditemukan di 3% dari populasi dunia. Jadi gue masuk 3% itu, which is gue spesial. 

Hal absurb emang, tapi bisa bikin gue senyum seharian.

Gue yakin sih gue bakal sukses, tapi kadang gue rada males juga jadi sukses. Soalnya ntar banyak orang di kehidupan gue. I mean, gue suka riweuh, drama, tapi kalo akhirnya gue umur panjang, gue pengen beredar di komunitas kecil aja, enggak mau komunitas yang tumpeh-tumpeh sama manusianya.

Kalo gue nggak sukses atau kelihatan enggak, pasti bakal dipandang sebelah mata. Justru gue maunya gitu. Aneh kan? Gue males aja harus ngehadapin orang-orang penjilat atau kadang mesti menyanjung-nyanjung balik for the sake of relationship.

Kangen ketemu sekumpulan manusia yang udah tahu aja gue gimana tanpa mesti nanya-nanya ke gue. Sometimes we do speak in silence

Kayak lirik lagunya Sinead O'Connor ya...

You hear me through the silence...
Semoga paling lambat 5 tahun lagi ya gue bakal ketemu lu pada. JANJI PRAMUKA!^^




Yoan Helen Apriliyani Letsoin


You Might Also Like

0 comments